Bersepeda Santai Keliling Pulau Tidung di Kepulauan Seribu

Advertisement

Pada bulan Desember lalu di sebuah televisi swasta. Memberitakan dampak badai Dahlia yang harus diwaspadai. Karena siklon tropis Dahlia menyebabkan hujan lebat disertai kilat, petir dan angin kencang terjadi di wilayah Indonesia. Mengakibatkan peningkatan gelombang tinggi di beberapa perairan.

Berita itu memang sedikit mengkhawatirkan. Sebab kami dan teman-teman merencanakan mengisi liburan ke Pulau Tidung, yang berada di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Jakarta. 



Ternyata kabar itu tidak mengendurkan semangat teman-teman untuk pergi liburan. Memang rencana itu serba dadakan. Bermula dari obrolan santai teman-teman sekantor, Aja dan Sanudd yang ternyata diamini oleh Alfa dan Sigit. Liburan ke Pulau Tidung itu boleh dibilang sekadar relaksasi setelah menjalani jadwal deadline pekerjaan yang lumayan padat ketika itu.

Disepakati, kami berangkat dari kantor di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. Sabtu pagi sekitar pukul 07.00 WIB pagi. Mini bus online meluncur membawa kami berlima. Berangkat menuju Pelabuhan Kaliadem yang terletak di belakang Pasar Ikan Muara Angke, Jakarta Utara. Hanya butuh waktu sekitar satu jam, kami tiba di pelabuhan penyeberangan itu.

Suasana di pelabuhan begitu ramai. Di pintu keluar dan masuk pelabuhan tampak hilir mudik calon penumpang berbaur dengan para pedagang. Sementara di pinggir dermaga, berjejer kapal-kapal bersandar. Malah sebagian kapal kayu tradisional sudah dipenuhi oleh penumpang yang ingin menyeberang. 

siluet foto di Pulau Tidung


Para penumpang itu kebanyakan para wisatawan yang mau plesiran ke Kepulauan Seribu memanfaatkan libur akhir pekan. Jarak yang dekat dengan ibukota Jakarta tentu menjadi pilihan menarik. Tak mengherankan animo para traveler yang ingin liburan di Kepulauan Seribu begitu tinggi.

Setelah turun dari kendaraan kami langsung membeli tiket. Dengan tujuan Pulau Tidung seharga Rp75.000,- per orang. Lumayan mendapat diskon 20%, yang hanya berlaku untuk kelas VIP dan Eksekutif.

Ternyata di sekitar kantor pelabuhan banyak juga yang menawarkan jasa. Ada yang menawarkan tiket penyeberangan, penginapan atau paket wisata. Masalah harga bisa dinego. Jika tidak ingin repot, wisatawan bisa ikut paket wisata. Apalagi kalau pesertanya jumlahnya banyak, dengan ikut paket wisata akan lebih ekonomis.


Bagi yang ingin mandiri tidak ikut paket wisata jangan khawatir. Di Pulau Tidung banyak penginapan. Baik hotel maupun homestay dengan harga terjangkau. Yang hobi kemping di pulau Tidung Kecil terdapat camping ground, tetapi jangan lupa lapor dulu kepada petugas.   

Setelah mendapatkan tiket, kami langsung menuju kapal yang bertuliskan Express Bahari yang bersandar di dermaga paling ujung. Di dalam kapal itu ternyata sudah banyak penumpang lain. Ruang penumpang bawah dan atas hampir penuh. Hanya mensisakan beberapa tempat duduk saja.


Express Bahari merupakan kapal cepat milik PT Pelni, buatan tahun 2005. Terbuat dari fiber glass. Kapasitas angkut 208 orang. Diperkirakan panjang kapal itu sekitar 20-30 meter, dengan tinggi 3 meter. Dengan didominasi warna putih strip biru muda.

Sesuai Jadwal, kapal seharusnya berangkat pukul 08.00 WIB, ternyata telat. Kapal baru berangkat sekitar pukul 10.00 WIB. Diawali pemberitahuan dari petugas, bahwa kapal akan segera berangkat menuju Pulau Tidung. Waktu tempuh sekitar satu jam. Kemudian dari pesawat televisi muncul tayangan peragaan tatacara standar keselamatan pelayaran, diperankan oleh seorang wanita.



Kapal pun bergerak perlahan. Lambat laun meninggalkan pelabuhan Kaliadem. Meninggalkan Ibukota Jakarta. Selang beberapa menit, menyusul dua kapal kayu tradisional berangkat beriringan.

Selama dalam perjalanan kami disuguhi pemandangan laut dan pulau-pulau kecil. Tampak juga para nelayan sedang sibuk menjaring ikan. Di antara jejeran bagang bambu yang banyak terpasang sekitar Kepulauan Seribu. Sementara kapal semakin jauh ke tengah laut. Terlihat  Pulau Jawa hanya seperti garis yang memanjang.



Sekitar pukul 11.00 WIB kami tiba di Pulau Tidung. Kami langsung menuju penginapan. Karena sudah mendapatkan paket penginapan yang ditawarkan seorang guide. Dengan harga Rp300.000,-/orang untuk menginap dua hari. Dan mendapat servis makan tiga kali bonus barberque. Ditambah tiap orang mendapat jatah satu sepeda untuk keliling pulau. Serta melakukan kegiatan snorkeling. 

Tiba di penginapan kami istirahat sebentar. Kemudian kami melihat suasana perkampungan penduduk ke sebelah timur Pulau Tidung menggunakan sepeda. Ternyata banyak juga wisatawan yang berkunjung ke pulau itu. Menjelang zhuhur kami kembali ke penginapan.



Hari pertama di Pulau Tidung cuaca begitu cerah. Tidak ingin membuang kesempatan oleh keadaan cuaca bagus. Kami bersama teman-teman memutuskan untuk snorkeling pada hari itu juga. Pertimbangannya, jika harus menunggu esok hari dikhawatirkan cuaca akan buruk.

Selesai makan siang kami mempersiapkan keperluan untuk basah-basahan. Sedangkan peralatan snorkeling sudah dipersiapkan oleh guide. Setelah segala keperluan dirasa cukup. Dengan ditemani guide langsung saja kami menuju lokasi pangkalan perahu. Yang berada di ujung timur Pulau Tidung, menggunakan sepeda.



Sebelum ke tempat snorkeling kami mendapatkan arahan dari pemandu. Dilanjutkan menuju lokasi snorkeling menggunakan speedboat. Lokasinya berada di laut dekat Pulau Tidung Kecil. Tidak begitu jauh dari Jembatan Cinta. Sebuah tempat ideal dengan air laut yang jernih dan bersih. Serta terumbu karang yang masih alami.

Pamandangan bawah laut Pulau Tidung ternyata cukup menarik. Sayang waktu snorkeling tidak lama, hanya sekitar satu jam. Kira-kira pukul 14.42 WIB, kami kembali ke darat. Walaupun hanya sebentar, tetapi sudah dapat menikmati keindahan panorama dasar laut pulau itu.


Selesai snorkeling kami tidak langsung pulang ke penginapan. Tetapi terlebih dahulu jalan-jalan ke Pulau Tidung Kecil. Dan ikut menikmati suasana keramaian di Jembatan Cinta. Di jembatan berwarna khas, merah pink -- panjang 800 meter dengan ketinggian kira-kira 8 meter -- pengunjung dapat menguji adrenalin dengan melakukan terjun bebas ke laut. Puas berpetualang, menjelang sore kami kembali ke penginapan.

Di hari kedua, pagi. Setelah sarapan kami meneruskan berpetualang bersepeda santai. Beriringan menyusuri jalan-jalan perkampungan, kebun-kebun dan pinggiran pantai bagian barat pulau. Mencoba mencari spot-spot menarik untuk berfoto. Suana perkampungan yang tenang membuat kami masih ingin berlama-lama di Pulau Tidung.



Puas bersepeda santai, sekitar pukul 11.00 WIB kami kembali ke penginapan untuk beres-beres persiapan pulang. Karena jadwal pemberangkatan kapal ke Jakarta pukul 14.00 WIB siang. Dalam sehari hanya ada 2 kali pemberangkatan.

Sekitar pukul 13.30 WIB kami sudah berada di pelabuhan Pulau Tidung. Setibanya di pelabuhan kami langsung boarding pas. Tampak kapal Express Bahari yang akan membawa kami ke Jakarta sudah tersedia. Kami pun langsung dipersilakan naik ke kapal. Tidak menunggu lama, kapal pun berangkat meninggalkan Pulau Tidung.


Perjalanan pulang pun sangat lancar. Karena cuaca di laut ketika itu juga cukup bersahabat. Sekitar pukul 15.00 WIB sore, saya bersama teman-teman sudah mendarat lagi di Pelabuhan Kaliadem. Sehingga akhirnya kami sudah bisa kembali ke rumah masing-masing dengan selamat tanpa kendala. Sebuah perjalanan dadakan ternyata cukup menyenangkan.

Foto: Mhenk, Sanudd, Aja, Alfa

0 komentar:

Post a Comment